Uwindz's Blog

Corporate Social Responsibility (CSR)

Posted on: Januari 5, 2011

Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan saat ini telah menjadi konsep yang kerap kita dengar, walau definisinya sendiri masih menjadi perdebatan di antara para praktisi maupun akademisi. Sebagai sebuah konsep yang berasal dari luar, tantangan utamanya memang adalah memberikan pemaknaan yang sesuai dengan konteks Indonesia.

Tujuan adalah agar semua pihak dapat beranjak dari pemahaman yang memadai ketika berbicara tentang CSR, yaitu sebagai suatu wahana yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang demikian, CSR tidak akan disalahgunakan hanya sebagai marketing gimmick untuk melakukan corporate greenwash atau pengelabuan citra perusahaan belaka.

Kekuasaan dan pengaruh perusahaan raksasa atau korporasi di berbagai ranah kehidupan masyarakat yang semakin kokoh di era globalisasi adalah fakta empiris. Dengan kekuatan itu, dampak positif maupun negatifnya pun sangat besar. Tidak ada yang menyangkal bahwa korporasi telah memberikan sumbangan bagi kemajuan ekonomi, peningkatan sumberdaya manusia dan sebagainya. Namun, dampak negatif aktivitasnya juga berskala yang sama. Kerusakan lingkungan, proses pemiskinan dan marginalisasi kelompok masyarakat rentan, kian lebarnya kesenjangan ekonomi serta pengaruhnya terhadap proses politik yang tidak demokratis di berbagai jenjang pemerintahan hanyalah sebagian dari dampak negatif itu.

Kritik serta usulan solusi telah diajukan untuk menangani dampak negatif tersebut. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebagian langkah solusi yang sudah dipraktikkan secara global pada 20 tahun terakhir ini, dengan berbagai tingkatan kinerja. Di Indonesia, CSR saat ini dapat digambarkan sebagai potensial sekaligus merisaukan. Potensial karena dijumpai banyak indikasi positif seperti: penyelenggaraan PROPER oleh Kementerian Lingkungan Hidup, penganugerahan CSR Award, Forum BUMN untuk community development (comdev), naiknya keanggotaan organisasi-organisasi perusahaan yang mempromosikan CSR, maraknya seminar dan pelatihan CSR serta pembentukan divisi/departemen yang menangani CSR di berbagai perusahaan, terutama korporasi. Perusahaan-perusahaan berskala lebih kecil juga sudah mulai mengikuti kecenderungan ini.

Di sisi lain, masih terdapat kebijakan ekonomi-politik pemerintah dan produk hukum yang kurang kondusif dalam mendorong investasi yang ramah sosial dan lingkungan. Implementasi kebijakan CSR korporasi yang bersifat kosmetikal juga masih kerap ditemukan. Dengan gambaran situasi seperti di atas cukup beralasan jika beberapa tahun lalu Melody Kemp meramalkan prospek implementasi CSR di Indonesia dengan agak pesimistik. Sementara, sebagian organisasi masyarakat sipil menunjukkan resistensi terhadap konsep CSR yang dipandang semata-mata sebagai ‘Kuda Troja’ kaum neoliberal.

Bagaimanapun, CSR akan terus menguat di tahun-tahun ke depan. Tidak seperti banyak konsep bisnis lainnya, CSR jelas merupakan konsep yang luwes dan terus berkembang karena merupakan tuntutan normatif dari seluruh pemangku kepentingan. CSR bersifat niscaya karena tuntutan implementasinya berasal dari berbagai pihak dan tingkatan, mulai dari kantor pusat korporasi multinasional, interpretasi kebijakan perusahaan di Indonesia, kebijakan-kebijakan pemerintah, maupun tuntutan berbagai organisasi masyarakat sipil yang mengawasi kiprah perusahaan.

Menyikapi kecenderungan yang demikian, A+ CSR Indonesia hadir sebagai social enterprise yang menghimpun berbagai keahlian profesional dalam isu-isu seputar CSR. Dengan keahlian itu, berbagai permasalahan yang ada dalam pelaksanaan CSR dapat diidentifikasikan dengan tepat dan peluang bagaimana melakukan perbaikan atasnya dapat direkomendasikan. Di sisi lain A+ juga menghimpun keahlian yang sama untuk memajukan konsep CSR yang substansial, agar khalayak dapat membedakannya dengan upaya menggunakan konsep tersebut untuk kepentingan di luar pembangunan berkelanjutan. A+ memang bertekad menjaga keseimbangan antara kritisisme terhadap kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dengan optimisme rasional untuk perbaikannya.

VISI

Menjadi lembaga independen, terbuka dan terpercaya dalam mewujudkan gagasan dan praktik triple bottom-line operasi perusahaan menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui pendekatan kemitraan tiga sektor.

MISI

  • Berkontribusi dalam karya nyata untuk mendorong setiap upaya perwujudan pembangunan berkelanjutan melalui upaya membumikan prinsip-prinsip dasar dan praktik kegiatan usaha yang menjunjung nilai-nilai keadilan multidimensional.
  • Bermitra dengan dunia usaha dan pemangku kepentingannya dalam mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan melalui kajian, pendampingan, jaminan dan advokasi.
  • Berkontribusi dalam pengembangan wacana CSR melalui publikasi dalam berbagai bentuk serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang relevan.

Ketiga prinsip layanan jasa di atas diwujudkan dalam empat ranah jasa konsultasi dan tindakan strategis Assessment, Assistance, Assuranc serta Advocacy. Sebagaimana keyakinan A+ terhadap pentingnya kerjasama multipihak, maka ranah jasa berikut tidak hanya ditujukan bagi perusahaan, melainkan juga bagi sektor lain (pemerintah dan kelompok masyarakat sipil) yang akan menggunakan CSR bagi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

ASSESSMENT (KAJIAN DAN PENILAIAN)

Assessment merupakan prasyarat mutlak dalam mewujudkan tujuan keberlanjutan perusahaan. Di tataran praktis hal ini berarti setiap tahapan manajemen CSR harus didasarkan pada kajian dan penilaian seksama. Hasil kajian yang baik akan mendukung perumusan rencana kegiatan yang handal. Hal yang sama juga menjadi landasan kokoh dalam pelaksanaan kegiatan, sekaligus menjadi sumber sahih dari kegiatan pemantauan dan evaluasi keberhasilan program CSR. Atas dasar inilah Assessment kuantitatif maupun kualitatif ditempatkan dalam urutan pertama dalam ranah jasa yang ditawarkan. Layanan jasa dalam lingkup ini adalah:

  • Penilaian Sosial dan Lingkungan untuk Pengambilan Keputusan Investasi (Social and Environmental Aspects of Investment Screening)
  • Penilaian Dampak Sosial dan Lingkungan Projek (Social and Environmental Impacts Assessment)
  • Survei Data Dasar (Baseline Survey)
  • Penilaian Kebutuhan Masyarakat (Community Needs Assessments)
  • Pemetaan Isu Strategis dan Pemangku Kepentingan (Strategic Issues and Stakeholder Mapping)
  • Kajian Kebijakan dan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Review on CSR Policy and Management)

ASSISTANCE (BANTUAN DAN PENDAMPINGAN)

Assistance bermakna bantuan dan pendampingan, terutama bertujuan untuk berbagi pengalaman praktik terbaik CSR sehingga perusahaan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan bagaimana meningkatkan kinerja CSRnya. Karenanya, Assistance terwujud dalam pendampingan klien dalam tataran teknis dan praktis untuk mendapatkan solusi terbaik dari sejumlah masalah yang menyangkut kebijakan maupun manajemen CSR. Bantuan dan pendampingan dilakukan dengan menerapkan pendekatan participatory collaborative learning. Jenis layanan jasa yang ditawarkan dalam lingkup ini adalah:

  • Pengembangan Kebijakan CSR (CSR Policy Development)
  • Perencanaan Strategik CSR (CSR Strategic Planning)
  • Rekruitmen Spesialis CSR (CSR Specialist Recruitment)
  • Pengembangan Tim CSR (CSR Team Development)
  • Pelatihan Manajemen CSR (CSR Management Training)
  • Pelatihan Keterampilan Sosial untuk CSR (Social Skills Training for CSR)
  • Pendampingan Teknis Pelaksanaan Program CSR (CSR Program Technical Assistance)

ASSURANCE (JAMINAN)

Transparensi dan akuntabilitas adalah konsep normatif dalam CSR yang kini semakin dituntut untuk dapat direalisasikan oleh perusahaan. Dalam hal ini, perwujudan yang dituntut adalah self declaration tentang apa yang dilakukan perusahaan, utamanya dalam bentuk laporan kinerja CSR atau kinerja keberlanjutan perusahaan. Keduanya kini juga digunakan sebagai tolok-ukur penilaian atas reputasi dan kinerja perusahaan. Karena itulah pelaporan realisasi program CSR kepada seluruh pemangku kepentingan dalam standar tertentu yang diterima oleh pemangku kepentingan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Kini banyak pula lembaga pemberi modal, seperti bank multilateral, internasional maupun nasional, berkehendak untuk mengetahui apakah perusahaan yang akan dibiayai memiliki kerangka CSR yang memadai. Hal tersebut dilakukan agar keputusan pembiayaan yang akan diambilnya menjadi lebih tepat dan sesuai dengan tuntutan keberlanjutan. Untuk kepentingan tersebut, pihak ketiga yang kredibel dan independen kerap diminta melakukan due diligence untuk memastikannya. Dalam ranah inilah layanan jasa Assurance ditawarkan. Lingkup layanan jasa dalam ranah ini mencakup:

  • Audit Kinerja CSR (CSR Performance Audit)
  • Pelaporan dan Publikasi Program CSR (CSR Reporting and Publication)
  • Penilaian Independen atas Rencana atau Kinerja CSR (CSR Due Diligence)

ADVOCACY (ADVOKASI)

Kini perusahaan semakin menyadari bahwa eksistensi maupun keberhasilan kegiatan mereka semakin erat berkait dan saling mempengaruhi dengan pihak lain. Berbagai pihak tersebut dikenal dengan para pemangku kepentingan. Karenanya, masalah hubungan dengan berbagai pihak yang memiliki pertautan kepentingan baik dalam situasi kerjasama maupun konflik menjadi isu penting. Kiat membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap pembangunan berkelanjutan dan kemampuan mengatasi konflik merupakan kebutuhan perusahaan. Komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan merupakan keniscayaan bagi perusahaan yang berkehendak memiliki kinerja CSR yang unggul. Hanya dengan pengetahuan yang memadai tentang CSR sajalah tuntutan pengembangan kemitraan, manajemen konflik melalui komunikasi yang efektif dapat terlaksana. Layanan jasa dalam ranah Advocacy pada intinya ditujukan untuk dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan tersebut. Dalam ranah ini, layanan jasa yang diberikan meliputi:

  • Fasilitasi Hubungan dengan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Engagement Facilitation)
  • Fasilitasi Resolusi Konflik (Alternative Dispute Resolution/ADR)
  • Pengembangan Kerjasama Tim (Team Building)
  • Perencanaan Penutupan Operasi (Exit Strategy Planning)
  • Pengembangan Strategi Komunikasi CSR (CSR Communication Strategy Development)
  • Pelaksanaan Strategi Komunikasi CSR (CSR Communication Strategy Execution)
  • Kontribusi dalam Penyebaran Wacana dan Keterampilan CSR (Contribution to CSR Discourse and Skills)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: